Pada zaman dahulu, hiduplah seorang lelaki yang memiliki dua kebun
yang luas dan lapang. Kebun – kebun itu ditanaminya dengan pohon anggur.
Diantara kedua kebun ini terdapat sebuah ladang yang juga cukup luas.
Ladang ini seolah – olah menjadi pemisah bagi kedua kebun anggur
tersebut.
Kumpulan Tokoh - Tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah
"Pada hari ini telah Ku-sempurnakan bagimu agamamu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku kepadamu dan Aku ridhai Islam sebagai agamamu".(QS Al-Maidah 3) "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara sempurna, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu."(QS. Al-Baqarah: 208)
Barakallah
Jumat, 22 Mei 2015
Akhirnya Dia MAti Seperti Keledai
Kisah ini terjadi di Universitas 'Ain Syams, Fakultas Pertanian di
Mesir. Sebuah kisah yang amat masyhur dan banyak dieksposs oleh berbagai
media massa setempat dan sudah menjadi buah bibir orang-orang di sana.
MAngkuk yang Cantik, Madu dan Sehelai Rambut
Pada suatu hari, Rasulullah SAW dengan sahabat - sahabatnya Abu Bakar,
Umar, dan Utsman, bertamu ke rumah 'Ali. Di rumah Ali, istrinya Fathimah
r.ha. putri Rasulullah SAW menghidangkan untuk mereka madu yang
diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik. Tetapi, ketika semangkuk
madu itu dihidangkan, terlihat sehelai rambut terikut di dalam mangkuk
tersebut. Melihat semua itu, Rasulullah SAW kemudian meminta kepada semua
sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda
tersebut (Mangkuk yang cantik, madu, dan sehelai rambut).
Malu Dilihat Anjing
Suatu hari, bersama beberapa temannya, Husain bin 'Ali berangkat ke
kebun yang dijaga oleh seorang budak bernama Shafi. Husain sengaja
datang ke kebun itu tanpa memberi tahu terlebih dahulu sebelumnya.
Ketika tiba di kebun itu, Husain melihat budaknya sedang duduk - duduk beristirahat di bawah sebatang pohon sambil makan roti. Di samping itu, la juga melihat seekor anjing sedang duduk di hadapan Shafi sedang menikmati makanannya juga. Husain melihat Shafi membelah rotinya menjadi dua. Yang separuh dimakan sendiri sedang separuhnya diberikan kepada anjing.
Ketika tiba di kebun itu, Husain melihat budaknya sedang duduk - duduk beristirahat di bawah sebatang pohon sambil makan roti. Di samping itu, la juga melihat seekor anjing sedang duduk di hadapan Shafi sedang menikmati makanannya juga. Husain melihat Shafi membelah rotinya menjadi dua. Yang separuh dimakan sendiri sedang separuhnya diberikan kepada anjing.
Cincin Pak Tani
Seorang Petani kaya mati meninggalkan kedua putranya. Sepeninggal
ayahnya, kedua putra ini hidup bersama dalam satu rumah. Sampai suatu
hari mereka bertengkar dan memutuskan untuk berpisah dan membagi dua
harta warisan ayahnya.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)