Read more: http://www.caraseoblogger.com/2013/11/cara-menambahkan-animasi-burung-twitter.html#ixzz3TcMpkdU7 !-- SCM Music Player http://scmplayer.net --> expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Barakallah

Barakallah

Jumat, 22 Mei 2015

Kebun - Kebun Anggur Yang Musnah

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang lelaki yang memiliki dua kebun yang luas dan lapang. Kebun – kebun itu ditanaminya dengan pohon anggur. Diantara kedua kebun ini terdapat sebuah ladang yang juga cukup luas. Ladang ini seolah – olah menjadi pemisah bagi kedua kebun anggur tersebut.

Akhirnya Dia MAti Seperti Keledai

Kisah ini terjadi di Universitas 'Ain Syams, Fakultas Pertanian di Mesir. Sebuah kisah yang amat masyhur dan banyak dieksposs oleh berbagai media massa setempat dan sudah menjadi buah bibir orang-orang di sana.

MAngkuk yang Cantik, Madu dan Sehelai Rambut

Pada suatu hari, Rasulullah SAW dengan sahabat - sahabatnya Abu Bakar, Umar, dan Utsman, bertamu ke rumah 'Ali. Di rumah Ali, istrinya Fathimah r.ha. putri Rasulullah SAW menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik. Tetapi, ketika semangkuk madu itu dihidangkan, terlihat sehelai rambut terikut di dalam mangkuk tersebut. Melihat semua itu, Rasulullah SAW kemudian meminta kepada semua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut (Mangkuk yang cantik, madu, dan sehelai rambut).

Malu Dilihat Anjing

Suatu hari, bersama beberapa temannya, Husain bin 'Ali berangkat ke kebun yang dijaga oleh seorang budak bernama Shafi. Husain sengaja datang ke kebun itu tanpa memberi tahu terlebih dahulu sebelumnya.
Ketika tiba di kebun itu, Husain melihat budaknya sedang duduk - duduk beristirahat di bawah sebatang pohon sambil makan roti. Di samping itu, la juga melihat seekor anjing sedang duduk di hadapan Shafi sedang menikmati makanannya juga. Husain melihat Shafi membelah rotinya menjadi dua. Yang separuh dimakan sendiri sedang separuhnya diberikan kepada anjing.

Cincin Pak Tani

Seorang Petani kaya mati meninggalkan kedua putranya. Sepeninggal ayahnya, kedua putra ini hidup bersama dalam satu rumah. Sampai suatu hari mereka bertengkar dan memutuskan untuk berpisah dan membagi dua harta warisan ayahnya.

Anak Kecil Yang Takut Api Neraka

Dalam sebuah riwayat menyatakan, bahwa ada seorang lelaki tua sedang berjalan-jalan di tepi sungai, ketika dia sedang asyik memperhatikan pemandangan sekitar, terpandang olehnya seorang anak kecil yang sedang mengambil wudhu' si tepi sungai sambil menangis.

Mimpi Seorang Hasan Al Basri

Suatu ketika, ada sebuah ketegangan antara Hasan Al Bashri dan Ibnu Sirin. Keduanya tak mau saling menyapa. Bahkan, etiap kali mendengar orang lain menyambut nama Ibnu Sirin, Hasan Al Bashri merasa tak suka, "Jangan sebut nama orang yang berjalan dengan lagak sombong itu di hadapanku," ujarnya.
Suatu malam Hasan Al Bashri bermimpi sesuatu yang aneh, Ia seolah-olah sedang bertelanjang di kandang binatang sambil membuat sebatang tongkat.

Sang Pawang dan Seekor Naga

Alkisah, ada seorang pawang ular ternama pergi ke daerah pegunungan untuk menangkap ular dengan keahliannya. Saat itu, salju turun dengan sangat deras. Pawang itu pun mencari ke setiap sudut gunung untuk menemukan ular yang besar. Setelah beberapa lama, akhirnya ia menemukan bangkai ular naga yang amat sangat besar.

Rasulullah dan 8 Uang Dirham

Suatu hari Rasulullah SAW bermaksud belanja ke pasar. Dengan bekal uang 8 dirham, beliau hendak membeli pakaian dan peralatan rumah tangga. Belum juga sampai di pasar, beliau mendapati seorang wanita yang sedang menangis. Beliau sempatkan untuk bertanya kepada sang wanita kenapa menangis. Apakah sedang ditimpa musibah ? Perempuan itu menyampaikan bahwa ia adalah seorang budak yang sedang kehilangan uang sebesar 2 dirham. Ia menangis tersedu-sedu karena sangat takut membayangkan ia akan didera oleh majikannya. Dua dirham dikeluarkan dari saku Rasulullah untuk menghibur perempuan malang tersebut.

Albakhi dan Si Burung Pincang

Alkisah, hiduplah pada zaman dahulu seorang yang terkenal dengan kesalehannya, orang itu bernama Al-Balkhi. Ia mempunyai sahabat karib yang bernama Ibrahim bin Adham yang terkenal sangat zuhud. Orang sering memanggil Ibrahim bin Adham dengan panggilan Abu Ishaq.

Andaikata !!!

Seperti yang telah biasa dilakukan oleh Rasulullah ketika salah satu sahabatnya meninggal dunia, Rasulullah mengantar jenazahnya sampai ke kuburan. Dan pada saat pulang, disempatkannya singgah untuk menghibur dan menenangkan keluarga almarhum supaya tetap bersabar dan tawakal menerima musibah itu. Kemudian Rasulullah berkata, "Tidakkah almarhum mengucapkan wasiat sebelum wafatnya ?"
Istrinya menjawab, "Saya mendengar dia mengatakan sesuatu diantara dengkur nafasnya yang tersengal-sengal menjelang ajal"

Bobot Sebuah Doa

Fateema Redden, seorang Ibu kumuh dengan baju kumal, masuk ke dalam sebuah supermarket. Dengan sangat terbata-bata dan dengan bahasa yang sopan ia memohon agar diperbolehkan mengutang. Ia memberitahukan bahwa suaminya sedang sakit dan sudah seminggu tidak bekerja, sedangkan Ia memiliki tujuh anak yang sangat membutuhkan makan. John Longhouse, si Pemilik supermarket, mengusir dia keluar. Sambil terus menggambarkan situasi keluarganya, si Ibu terus menceritakan tentang keluarganya.
"Tolonglah Pak, Saya janji, saya akan segera membayar hutang tersebut setelah aku punya uang." John Longhouse tetap tidak mengabulkan permohonan tersebut. "Anda tidak mempunyai kartu kredit, anda tidak mempunyai garansi," Ia beralasan.

Untuk Apa Kau Kemari Wahai Umair ???

Setelah Perang Badar, Shafwan ibn Umayyah ibn Khalaf memberi tawaran kepada Umair ibn Wahb. Jika ia berhasil membunuh Rasulullah SAW, Shafwan akan melunasi hutang-hutangnya, menanggung keluarganya, dan melayani serta mempersiapkan keberangkatannya dengan kendaraan. Maka Umair pun datang ke Madinah, memasuki Masjid dengan pedang terhunus dan menemui Rasulullah SAW. Umar ibn Khattab mengantarkannya ke hadapan Nabi.

Siapa Paling Jelek ???

Ada suatu kisah seorang santri yang menuntut ilmu pada seorang Kyai. Bertahun-tahun telah ia lewati hingga sampai pada suatu ujian terakhir. Ia menghadap Kyai untuk ujian tersebut, "Hai Fulan, kau telah menempuh semua tahapan belajar dan hanya tinggal satu ujian, kalau kamu bisa menjawab berarti kamu lulus" kata Kyai.
"Baik pak Kyai, apa pertanyaannya ?"
"Kamu cari orang atau makhluk yang lebih jelek dari kamu, kamu aku beri waktu tiga hari" jawab Kyai.
Akhirnya santri tersebut meninggalkan pondok untuk melaksanakan tugas dan mencari jawaban atas pertanyaan Kyainya tersebut.

Ingat Bebek ???

Ada seorang bocah laki-laki sedang berkunjung ke kakek dan neneknya dipertanian mereka. Dia menemukan sebuah ketapel untuk bermain-main di hutan. Dia berusaha berlatih dan berlatih tetapi tidak pernah berhasil mengenai sasaran.

Bening HAti Sang Nabi

Dalam hidupnya, Rasulullah SAW selalu bersifat rendah hati dan pemaaf. Tiada terhitung banyaknya cacian dan hinaan yang diterima Beliau dari kaum kafir Quraisy. Namun, Beliau tetap berbuat baik terhadap orang-orang yang menghinanya itu. Salah seorang yang sangat membenci Nabi Muhammad SAW adalah seorang Nenek tua Yahudi. Kebetulan jika Nabi ke Masjid selalu melewati rumah si Nenek.

Ketika Jendela Hati Menembus Dinding Tembok

Tersebutlah dua orang pria, keduanya menderita sakit keras dan sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang diantaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu. Sedangkan pria yang lain tidak bisa melakukan apa-apa, dia hanya bisa berbaring lurus di atas tempat tidurnya.

Lemparan Batu Kehidupan

Tersebutlah seorang Pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, sang Pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar dengan penuh rasa bangga dan prestise.
Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu.

Satu Gereja Masuk Islam

Sebuah kisah nyata yang terjadi di negeri Paman Sam. Patut kita ambil hikmahnya. Silahkan menyimak kisahnya. Semoga Allah mengijinkan kita menjadi Pemuda seperti yang terdapat dalam kisah ini, Amiiin…..
Ada seorang Pemuda Arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah untuk mendalami Agama Islam dan mempelajarinya. Selain belajar, ia juga merupakan seorang Juru Dakwah Islam.

Kejadian Penggalian Khandaq

Ketika hendak menggali khandaq, orang-orang Muslim tidak mampu menggalinya karena terhambat oleh batu besar. Mereka memanggil Rasulullah SAW. Beliau pun memukul batu itu dengan pukulan keras hingga menimbulkan percikan api dan memecahkan sepertiga batu itu seraya mengucap, “Allaahu akbar, Kaisar kita rebut, demi Allah, aku benar-benar melihat Istana Merah.”

Tahun Ke 50 Pernikahan

Alkisah, pada suatu hari, diadakan sebuah pesta emas peringatan 50 tahun pernikahan sepasang Kakek-Nenek. Pesta ini pun dihadiri oleh keluarga besar Kakek dan Nenek tersebut beserta kerabat dekat dan kenalan. Pasangan Kakek-Nenek ini dikenal sangat rukun, tidak pernah terdengar oleh siapapun bahkan pihak keluarga mengenai berita mereka perang mulut.

Hadiah Terindah HAri Raya Putri

Menjelang hari raya, seorang Ayah membeli beberapa gulung kertas kado. Putrinya yang masih kecil, masih balita, meminta satu gulung.
"Untuk apa ?" tanya sang Ayah.
"Untuk kado, mau kasih hadiah" jawab si kecil.
"Jangan dibuang-buang ya" pesan si Ayah, sambil memberikan satu gulungan kecil.
Persis pada hari raya, pagi-pagi si kecil sudah bangun dan membangunkan Ayahnya, "Pa, Pa ada hadiah untuk Papa."

Berarti Gajiku Sebagai Khalifah MAsih Terlalu Besar

Saat itu, Abu Bakar Ash Shidiq menjabat sebagai Khalifah. Waktu itu beliau sedang pergi ke pasar untuk berdagang, di tengah jalan Beliau bertemu dengan Umar Bin Khattab, Umar pun bertanya, "Wahai Abu Bakar, engkau sebagai Khalifah, tapi masih juga menyibukkan diri ke pasar untuk berdagang, apakah tidak mengganggu tugasmu sebagai Khalifah yang berkewajiban untuk melayani rakyat (umat) ?"

Bersiap Menghadapi Kehilangan

Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan sandang dan pangan keluarganya.

Pelita Si Buta

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita.
Melihat hal itu, orang buta tersebut terbahak dan berkata, "Buat apa saya bawa pelita ? Kan sama saja buat saya ! Saya bisa pulang kok."
Dengan lembut sahabatnya menjawab, "Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu." Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut.
Tak berapa lama dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta. Dalam kagetnya, ia mengomel, "Hei, kamu kan punya mata ! Beri jalan buat orang buta dong !" Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.

Cinta Seorang Anak Gembala

Pada zaman dahulu, hidup seorang gembala yang bersemangat bebas. la tidak punya uang dan tidak punya keinginan untuk memilikinya. Yang ia miliki hanyalah hati yang lembut dan penuh keikhlasan; hati yang berdetak dengan kecintaan kepada Tuhan

Merindukan Mati Syahid

Menjelang shubuh, Khalifah Umar bin Al Khathab berkeliling kota membangunkan kaum muslimin untuk shalat shubuh. Ketika waktu shalat tiba, beliau sendiri yang mengatur saf (barisan) dan mengimami para Jamaah.
Pada shubuh itu, tragedi besar dalam sejarah terjadi. Saat Khalifah mengucapkan takbiratul ihram, tiba-tiba seorang lelaki bernama Abu Lu'luah menikamkan sebilah pisau ke bahu, pinggang, dan ke bawah pusar beliau. Darah pun menyembur.

Kamis, 14 Mei 2015

HADIST TENTANG MAKANAN HARAM

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya Allah baik, tidak menerima kecuali hal-hal yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang mu’min sebagaimana yang diperintahkan kepada para rasul. 

Rabu, 13 Mei 2015

HADIST TENTANG MAKANAN HALAL

Dalil Tentang Makanan Halal. Pada dasarnya semua apa yang terdapat di muka bumi ini diciptakan Allah swt. bagi manusia dan makhluk lainnya. Oleh sebab itu, apa yang dihasilkan di bumi, baik berupa tanaman dan tumbuh-tumbuhan, hewan ternak dan berbagai macam makanan dan minuman, boleh diambil faedah dan manfaatnya. Dan memang sengaja Tuhan menciptakan semua itu, apakah untuk dimakan, diminum, atau dipakai. 

ADAB MAKAN DAN MINUM


ADAB MAKAN DAN MINUM 


عن عمر بن ابي سلمة رضي الله عنهما قال كنت غلاما في حجر رسول الله صلى الله عليه وسلم 
 و كنت يدي تطيش في صحفة فقال  
لي رسول الله يا غلام سم الله و كل بيمينك و كل مما يليك فمازالت تلك طعمتي بعد 
 (رواه البخاري و مسلم و هذا لفظ البخاري )

HADIST TENTANG BERUSAHA DAN BERSYUKUR

©    Sesungguhnya rezeki mencari seorang hamba sebagaimana ajal mencarinya.(HR.Ath-Thabrani)

©    Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardu.(HR.Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

HADIST TENTANG SABAR

©    Rasulullah Mengagumi seorang mukmin yang bila ia memperoleh kebaikan, ia memuji Allah dan bersyukur. Bila ia ditimpa musibah, ia memuji Allah dan ia bersabar. ( HR.Ahmad)

©    Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan, dia bersabar. (HR.Ahmad)

ZAENAB AL GHAZALI

       Nama lengkapnya Zaenab Muhammad al Ghazali al jibili. ia lahir pada tahun 1917 Masehi di desa Mayyet Ghamar disebuah propinsiyang bernama Daqhiliyyah di Mesir. Ayahnya merupakan salah satu ulama Al Azhar. ia belajar disebuah madrasah dikampung halamannya sendiri. ia belajar ilmu-ilmu agama dibawah asuhan para ulama-ulama besar al Azhar. Diantara ilmu-ilmu yang ia pelajari ialah ilmu Hadits, Tafsir, dan Fikih

       Ia merupakan anggota termuda dari perkumpulan wanita-wanita mesir dibawah pimpinan Hadi Sya'rawi. Namun, akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari perkumpulan tersebut di saat mengetahui adanya prilaku-prilaku yang tak selaras dengan ajaran islam. ia kemudian mendirikan komunitas wanita-wanita muslim pada tahun 1937 di kairo. Umurnya pada saat itu masih sekitar 19 tahun.

      Adapun tujuan mendirikan komunitas itu agar diterapkannya ayari'at islam dan didirikannya kekhalifahan islam. pada tiap-tiap tahunnya ia selamu mengirim 340-400 delegasi untuk melakukan ibadah Haji. Ia sendiri yang memimpin delegasi-delegasi itu.

      Tujuan pengiriman delegasi-delegasi itu adalah untuk menemui sejumlah jamaah haji yang berasal dari penjuru dunia . Delegasi-delegasi itu selalu membahas masalah-masalah pokok dalam islam dengan para jamaah haji tersebut. Isu-isu yang selalu mereka kembangkan adalah seputar perbaiakan umat islam , mengembalikan kembalikekhalifahan islam, dan sekaligus bagaimana membangkitkan kembali masa ke masaan ilam.

      Ia bertemu dengan imam syahid Hasan al Bana pada tahun 1941  Masehi. Hasan al Bana membai'at Zaenab untuk turut serta melakukan perjuangan bersama Ihwan Muslimin. Sebab, tujuan dan landasan perjuangan mereka adalah sama. Dan pada tahun 1980, ia mendirikan majalah perkumpulan wanita-wanita muslim (Sayyidah Muslimah ), dan dibubarkan pada tahun 1985. ia juga memimpin salah satu devisi yang ada dalam organisasi ikhwan Muslimin.Ia serta merta membantu keluarga Ikhwan Muslimin di saat kelompok ini di intimidasi oleh pemerintah pada tahun 1954. Dan pada tahun 1964, perkumpulannya tersebut dibubarkan oleh tentara dengan menyita harta dan kepemilikan mereka.

      Pada tahun 1965, ia ditangkap oleh pemerintah dengan tuduhan terlibat dalam sebuah kasus yang ada pada diri Ikhwan di saat bersitegag dengan pemerintah. pemerintah menuntut kepada parlemen menjatuhi hukuman mati kepada Zaenab. Ia sebulum dipastikan sebagai tawanan perang, telah menerima berbagai macam siksaan di penjara.

       Ia akhirnya dijatuhi hukuman penjara selama 25 tahun, dan diharuskan melakukan kerja berat selama menjalani masa hukuman. Ia menulis kesengsaraannya itu dalam sebuah buku yang berjudul " ayyam min Hayyati" ( hari-hari dalam kehidupanku).

       Melalui bantuan raja Faisal dari Arab saudi, sekitar pada tahun tujuh puluhan, keluarlah ketetapan dari pemerintah anwar sadat untuk membebaskan Zaenab dari penjara. Ia telah diampuni oleh pemerintah atas segala perbuatannya yang dianggap merugikan negara. Ini terjadi pada bulan agustus tahun 1971, yaitu setelah menjalani masa-masa dipenjara selama 6 tahun.

       Setelah keluar dari prnjara, ia dianjurkan untuk menghidupkan kembali majalah Sayyidat muslimah dengan menjadikan dirinya sebagai direkturnya. Ia akan menerima kuncuran dana sebanyak 300 pouns perbulan, dengan catatan harus bersedia mengusung kepentingan-kepentingan pihak donatur. Ia serentak menolak, dan mengatakan bahwa mustahil baginya mendirikan sebuah penerbitan untuk memgusung pemikiran-pemikiran sekuler. Ia mengatakan pulabahwa penerbitan ini didirikan untuk kepentingan islam dan bukan untuk kesesatan.

       Setelah keluar dari penjara ia ingin meneruskan prannya dalam bidang da'wah. Ia melalui melakukan pengajian-pengajian dan seminar-seminar di Mesir sendiri maupun diluarnya.

       Adapun negara-negara yang pernah ia kunjungi adalah Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Yordania, al Jazair, Turki, Sudan, India, Prancis, Amerika, Kanada, Spanyol, dan lain sebagainya.

       Suaminya yang berperan sebagai seorang ekomom yang bernama Haji Muhammad Salim meninggal dunia pada tahun 1966 Masehi. Yaitu di saat Zaenab masih berasa di dalam penjara. Ia tak dikarunia seorang anakpun.

      Namun ia menganggap bahwa semua anak-anak islam merupakan anak-anaknya juga.

      Ia sangat memfigurkan seorang Hasan al Bana. Ia menganggap bahwa diantara orang-orang yang telah mempengaruhi kehidupannya, semisal Hasan al Hudhaibi, Umar al Tilmisani, Hamid abu Nasir, dan Hasan al Bana lah yang paling banyak berpengaruh pada pembentukan jiwa dan sikap hidupnya, Diantara karya-karya tulisnya yang terkenal adalah " ayyam min khayati ", Nahwa Ba'su Jadid, Maa kitabullah, Muskilatu sabab wa Fatayat. "

SA'AD JUDALLAH

Ia lahir pada tahun 1956 di desa sanburah di kota Nablas.Ia berasal dari sebuah keluarga yang dikenal sangat gigih menjalankan perintah agama. Ia didik dengan cara yang islami. Pendidikan semacam itulah yang sangat mempengaruhi pola fikir dan kehidupan saan kedepan.
Ia menyelesaikan pendidikan SMA nya di jurusan IPA. Ia kemudian mendapatkan gelar Diploma pada jurusan Akuntansi. Ia terkenal dilingkungan keluarganya sebagai seorang yang sangat cerdas dan pandai.

      Ia menikah dengan Syyaid Mahmud Khalil pada tahun 1978. Ia dianggap sebagai seorang wanita shaleh yang pasti mampu menjadi ibu rumah tangga yang baik. Ia bersama dengan suaminya, pada awalnya  merasakan sebuah kehidupan yang paling keras. Ia bersama dengan suaminya bersusah paya untuk dapat mempunyai rumah sendiri agar tidak selamanya menyewa rumah dengan orang lain, dan agar anak-anaknya bisa hidup dengan layak dari sebelumnya.

       Ia dikaruniai lima orang anak putra yang diberi nama dengan Muhammad, Ahmad, Abdullah, Anas dan Yasir. Ia berusaha mendidik anak-anaknya itu dengan pendidikan yang baik, dan menjadikan mereka anak-anak yang senantiasa mencintai masjid.

      Ia selalu menanamkan kepada anak-anaknya mental-mental kewibawaan, kemuliaan, dan cintah tanah air. Anak-anak tersebut akhirnya tumbuh menjadi anak yang baik.

      Anaknya yang bernama Ahmad merupakan seorang pejuang yang mati disiksa oleh musuh-musuhnya, sebab ia merupkan pejuang yang sangat pemberani. Sa'ad tak pernah lupa menyediakan makanan kepada para pejuang. Ia bersama engan anaknya (Ahmad) senantiasa mengirimkan makanan itu kepada para pejuang. Ia selalu menganjurkan kepada para pejuang untuk senantiasa berdo'a kepada Allah agar cita-cita mereka mengusir penjajah zionis dikabulkan oleh-Nya. Ia tak pernak merasa senang sebelum melihat pejuang-pejuang itu kembali dengan selamat dari medan laga. Oleh karena itulah, ia dijuliku sebagai ibu para syuhada.

      Anaknya yang bernama Ahmad merupakan anak kesayangannya. Ia mendidik ahmad dengan kasih sayang dan kelembutan. Ahmad senantiasa berkata kepada ibunya bahwa hidupnya tak akan lama lagi. Ibunya merestui perjuangan anaknya itu. Ia malah malah mengatakan kepadanya   bahwa : " Aku telah memasrahkanmu kepada Allah." Ia selalu mengatakan kepada anaknya agar tidak mati dengan keadaan yang tak terhormat. Ia berkata : "aku tak ingin mendengar perkataanmu  ditengah-tengah maut atau tembakan yang sepele. aku ingin mendengar engkau mati disaat berjuang menghadapi para penjajah." Perkataan ibunya tersebut memberikan semangat yang luar biasa kepada pada diri Ahmad.Ia merupakan seorang pejuang yang berani dan cerdik. Ia berhasil membunuh 2 orang Zionis di dalam gedung Alul dan Abu Shalihah yang berada ditengah kota Nablas pada tanggal30 september 2002. Disamping membunuh 2 orang tentara tersebut, ia juga bisa membunuh orang-orang yang membantu tentara Zionis waktu itu. Ia bahkan pernah membunuh 7 orang zionis, dan berhasil pula melukai puluhan zionis-zionis lainnya.

      Ia berkata setelah kematian anaknya itu " bahwa Ahmad sekarang dalam keaadaan bahagia sekali di akhirat, sehingga ia tak sempat mengunjungiku dalam mimpi." ia tidak mengetahui bahwa perpisahannya dengan Ahmad tidaklah lama. Setelah sekitar tiga bulan lamanya, ia bersama dengan anaknya yang bernama Abdullah dan seorang syahid yang bernama al Qasami (teman Ahamad), berusaha ingin mengetahui kekuatan penjajah yang sedang berada dipintu masuk kota Nablas bagian barat,sekelompok penjajah melepaskan tembakan kearah mereka. Saadah mati terbunuh dalam kejadian itu, sedamhkan anaknya terluka dan tertangkap oleh penjajah.

      Syaikh Mahir al Kharas selalu mengenang jasa Saadah, kepahlawan dan berbagai macam pengorbanan lainnya terhadap tanah air. Ia menjulukinya sebagai bintang kejora rakyat palistina para pejuang-pejuang sahabat Nabi dari kalangan wanita semisal Nasibah binti Ka'ab al Mazniah.


HADIST TENTANG KEBERSIHAN


Hadist pertama :
Dari Aisyah r.a, Rosululloh SAW bersabda : Islam itu agama yang bersih, maka hendaknya kamu menjadi orang yang bersih, sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang bersih (H.R.Tobroni)

MUADZAH AL ADAWIYYAH

Gelarnya adalah Ummu Sahba’, ia merupakan salah satu dari para Tabi’in yang ikut meriwayatkan hadist nabi. Ia adalah istri dari Shilah bin Asyim, seorang Tabi’in yang konon merupakan seorang sahabat nabi.

RABI'AH ADAWIYAH

Nama lengkapnya adalah Rabi'ah binti Ismail bin Hasan bin Zaid bin Ali bin Abi Thalib.Ia senantiasa dimintai sebuah fatwa dari beberapa pembesar- pembesar sufi masanya.Rasa ketakutannya kepada Allah telah menjadikannya sebagai seorang wanita yang senantiasa menangis.

HAFSAH BINTI SIRIN


Ia adalah saudara perempuan Muhammad  bin Sirin: seorang Tabi'in yang senantiasa beribadah dan sekaligus ahli dalam bidang fikih. Hafasah hafal Al-Qur'an dengan sangat baik semenjak berusia 12 tahun. Bahkan Muhammad bin Sirin sendiri disaat merasa kesukaran dalam memahami sesuatu yang berhubungan dengan Al-Qur'an, memerintahkan kepada muridnya untuk pergi mengahadap Hafsah.

NAFISAH BINTI HASAN

Nama lengkapnya adalah Nafisah binti Hasan Bin Zaid bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib. Ia dilahirkan di Mekkah pada tahun 145 H dan merupakan anak dari seorang wali kota Madinah.Namun pada masa pemerintahannya anak dari seorang walikota diMadinah. Namun pada masa pemerinytahannya Ja'Far Al Mansur, ayahnya harus digeser dari kedudukannya sebagai wali kota, Hartanya dirampas dan ia pun harus meringkuk di penjara. Namun pada masa pemerintahan Al Mahdi, jabatan dan seluruh harta bendanya yang pernah yang pernah dirampas oleh Jafar Al Mahsur dikembalilkan kembalikan kembali.
Ia pernah pergi ke Baghdad untuk menjengguk ayahnya disaat maih dalam penjara, ia telah menghafal Alquran semenjak kecil, dan sekaligus juga ikut mempelajari ilmu tafsir. Ia juga merupakan salah satu dari perawi Hadits. Maka tidaklah mengherankan lagi jika Imam Syafi'i sendiri juga pernah meriwayatkan Hadits dari Nafisah. Dan tak hanya itu saja, imam Ahmad bin Hambal pun pernah meminta do'a kepada Nafisah.
Ia menikah dengan anak pamannya yang bernama Al-Mu'tamin Ishaq bin Ja'far dan dikaruniai dua orang anak yang diberi nama dengan Qasim dan Ummu Kultsum. Ia disaat melakukan ibadah haji, pernah memegang kain penutup Ka'bah seraya berkata "ya Tuhanku,ya Tuanku, ya Majikanku, senangkanlah aku dengan keridhoan-Mu kepadaku." Ia pada masanya, dikenal sebagai wanita yang mempunyai do'a sangat mujarab.
Bibinya pernah memintanya untuk mau memperhatikan dan menyayangi dirinya sendiri. Namun Rabi'ah malah menjawab "ya bibiku, barang siapa yang senantiasa berada dijalan Tuhan secara terus-menerus, maka alam semesta ini akan berada ditangan dan kehendaknya pula."
Ia tak pernah memakan makanan selain dari harta suaminya sendiri,lantaran rasa malu dan kehati-hatiannya memakan makanan yang tak jelas halal dan haramnya. Ia pernah berkunjung ke Mesir dan disambut dengan riang gembira oleh masyarakat setempat. Sehingga disaat Imam Syafi'i meninggal dunia, ia sangat berduka sekali, dan meminta agar jenazah imam syafi'i disinggahkan dalam rumahnya agar ia bisa menshalati Imam Syafi'i dan sekaligus mendo'akannya.
Penduduk Mesir pernah mengadukan kedzaliman bani Thalun kepada Nafisah. Ia lantas menyikapi pengaduan  itu dengan cara menempelkan sepucuk surat di seberang jalan. Ia mengatakan dalam surat itu "Engkau semua yang telah menjadikannya raja, namun engkau semuanya pula telah diperbudaknya. Engkau semua yang telah memberikannya kekuatan, namun engkau semuanya pula yang malah ditindasnya. Engkau semua yang telah memberikannya sebuah pemerintahan, namun engkau semua yang menyesal atas pemberian itu. Dulunya kalian semua dalam keadaan makmur, namun karenanya lah kemakmuran itu pergi. Maka ketahuilah kalian semua, berdo'a dimalam hari demi sebuah kemaslahatan pasti terkabulkan. Apalagi do'a itu berasal dari hati-hati yang merasa kecewa, orang-orang yang sedang dilanda kelaparan, dan orang-orang yang sudah sangat susah sekali mendapatkan pakaian yang layak. Dan ketahuilah kalian semua, sangat mustahil sekali jika seorang dzalim masih bisa hidup disaat orang yang dizhalimi telah meninggal dunia. Dan ketahuilah (wahai pemerintah) bahwa kejahatan-kejahatan kalian selama ini, kami sikapi dengan penuh kesabaran. Berlakulah jahat terus, sehingga kita akan terus menjadi orang-orang yang teraniaya. Dan bertindaklah dzalim terus, dan kita disini akan menjadi orang-orang terdzhalimi. Dan ketahuilah bahwasanya orang-orang yang senantiasa berlaku dzhalim suatu saat pasti akan jatuh."Membaca tulisan nafisah itu, bani Thalun merasa gemetaran dan takut, sehingga ia bersedia menjalankan  sebuah pemerintahan yang adil dan bijaksana.
Pada akhirnya, ia merasa berada ditengah-tengah masyarakat akan mengganggu konsentrasinya dalam melakukan ibadah. Ia mulai memantapkan hati untuk meninggalkan Mesir dan kembali menuju Madinah. Namun, ,masyarakat setempat tidak ingin berpisah dengannya. Maka walikota  berusaha mencarikan jalan tengah antara keinginan masyarakat setempat dengan keinginan suci Nafisah. Oleh karena itu walikota mendirikan sebuah rumah untuk Nafisah yang berada jauh dari keramaian manusia, dan menjadwal hari berkunjung masyarakat kepada Nafisah, yaitu tiap hari sabtu dan rabu saja.
Ia menggali kuburan di dalam rumahnya sendiri di saat ia mulai merasa sakit.Ia senantiasa melakukan shalat dan mampu mengkhatamkan Al-Qur'an sebanyak 190 kali didalam kuburanya itu. Ia pernah diundang dalam sebuah jamuan, dan ditawari sebuah makanan kepadanya. Namun ia dalam keadaan puasa. Ia berkata kepada orang-orang tersebut," sangat mengherankan sekali, selama 30 tahun lamanya aku meminta kepada Allah agar bisa menemui-Nya sedang aku dalam keadaan berpuasa. Apakah aku harus berbuka sekarang? Ini semua tidak akan pernah ada selamanya."
Ia meninggal dunia di saat membaca Al-Qur'an surah Al-An'am. Tepatnya pada ayat" Bagi mereka (disediakan) Darussalam (surga) pada sisi Tuhannya dan Dialah pelindung mereka disebabkan amal-amal shaleh mereka yang selalu mereka kerjakan", (Al-An'am: 127). Setelah membaca ayat itu, ia lantas tertidur dan kemudian meninggal dunia. Ini terjadi tahun 207 Hijriah. Ia dimakamkan di Mesir, tepatnya di kota Kairo.

HADIST TENTANG WANITA

(BUKHARI – 28)
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Zaid bin Aslam dari ‘Atho’ bin Yasar dari Ibnu ‘Abbas berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku diperlihatkan neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita. Karena mereka sering mengingkari”. Ditanyakan: “Apakah mereka mengingkari Allah?” Beliau bersabda: “Mereka mengingkari pemberian suami, mengingkari kebaikan. Seandainya kamu berbuat baik terhadap seseorang dari mereka sepanjang masa, lalu dia melihat satu saja kejelekan darimu maka dia akan berkata: ‘aku belum pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu.
(BUKHARI – 927) : Telah menceritakan kepada kami Abu Ma’mar berkata, telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Warits berkata, telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Hafshah binti Sirin berkata, “Dahulu kami melarang anak-anak gadis remaja kami keluar untuk ikut melaksanakan shalat di Hari Raya ‘Ied. Lalu datanglah seorang wanita ke kampung Bani Khalaf, maka aku pun menemuinya. Lalu ia menceritakan bahwa suami dari saudara perempuannya pernah ikut perang bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebanyak dua belas peperangan, dan saudara perempuannya itu pernah mendampingi suaminya dalam enam kali peperangan.” Ia (saudara wanitanya itu) berkata, “Kami merawat orang yang sakit dan mengobati orang-orang yang terluka.” Saudara perempuanku bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, apakah berdosa bila seorang dari kami tidak keluar karena tidak memiliki jilbab?” Beliau menjawab: “Hendaklah temannya meminjamkan jilbabnya, sehingga mereka dapat menyaksikan kebaikan dan mendo’akan Kaum Muslimin.” Hafshah berkata, “Ketika Ummu ‘Athiyyah datang, aku menemuinya dan kutanyakan kepadanya, ‘Apakah kamu pernah mendengar tentang ini dan ini? ‘ Dia menjawab, ‘Iya. Demi bapakku’. Dan setiap kali dia menceritakan tentang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dia selalu mengatakan ‘Demi bapakku’. Beliau bersabda: “Keluarkanlah para gadis remaja yang dipingit dalam rumah.” Atau beliau bersabda: “Para gadis remaja dan wanita-wanita yang dipingit dalam rumah -Ayyub masih ragu- dan wanita yang sedang haid. Dan hendaklah wanita yang sedang haid dijauhkan dari tempat shalat, agar mereka dapat menyaksikan kebaikah dan mendo’akan Kaum Muslimin.” Hafshah berkata, “Aku bertanya kepadanya, ‘Wanita yang sedang haid juga? ‘ Dia menjawab, ‘Bukankah mereka juga hadir di ‘Arafah dan menyaksikan ini dan itu? 
(BUKHARI – 1024) : Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim Al Hanzholah berkata; Aku berkata, kepada Abu Usamah apakah ‘Ubaidullah telah menceritakan kepada kalian dari Nafi’ dari Ibnu ‘Umar radliallahu ‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang wanita tidak boleh mengadakan perjalanan diatas tiga hari kecuali bersama mahramnya”.