Read more: http://www.caraseoblogger.com/2013/11/cara-menambahkan-animasi-burung-twitter.html#ixzz3TcMpkdU7 !-- SCM Music Player http://scmplayer.net --> expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Barakallah

Barakallah

Rabu, 13 Mei 2015

HAFSAH BINTI SIRIN


Ia adalah saudara perempuan Muhammad  bin Sirin: seorang Tabi'in yang senantiasa beribadah dan sekaligus ahli dalam bidang fikih. Hafasah hafal Al-Qur'an dengan sangat baik semenjak berusia 12 tahun. Bahkan Muhammad bin Sirin sendiri disaat merasa kesukaran dalam memahami sesuatu yang berhubungan dengan Al-Qur'an, memerintahkan kepada muridnya untuk pergi mengahadap Hafsah.
Ia berkata " menghadaplah kalian semua kepada Hafsah, dan bertanyalah kepada tentang bagaimana cara ia memahami permasalahannya ini (permasalahan yang bersangkutan dengan Al-Qur'an). Sebab, ia bagaikan orang yang telah meminum bahtera keilmuan yang ada dalam Al-Qur'an."

Kemuliaannya sangat dikenal oleh ulama-ulama semasanya. Terbukti dari perkataan Iyyas bin Muawwiyah:" aku tak pernah melihat satu pun orang yang lebih mulia dari Hafsah binti Sirin." Khasan Basri dan bin Sirin sendiri juga mengakui, tak ada seorangpun yang bisa menandingi keutamaan Hafsah. Sehingga tidaklah mengherankan lagi, jika bin Dawwud menggolongkannya sebagai wanita-wanita mulai dari kalangan Tabi'in.
Ia selalu berpuasan selama setahun penuh, kecuali pada hari-hari yang tak diperbolehkan untuk berpuasa.
Setiap malam ia selalu membaca separuh dari ayat-ayat Al-Qur'an. Ia mempunyai sebuah kain kafan yang senantiasa ia pakai disaat menunaikan ibadah Haji maupun disaat sedang melakukan ibadah di malam kesepuluh hari terakhir pada bulan suci Ramadhan.
Salah satu dari kata-kata bijaknya adalah"wahai para pemuda, pergunakan waktumu sebaik-baik mungkin disaat muda. Sesungguhnya, aku melihat banyak sekali amal perbuatan yang bisa dilakukan oleh para pemuda."
Ia mengambil riwayat Hadits dari saudara laki-lakinya sendiri yang bernama Yahya, begitu pula dari Anas bin Malik, Ummu Athiah al Anshariah, dan selain dari mereka.
Sedang orang-orang yang mengambil periwayatan Hadits darinya adalah Muhammad bin Sirin, Qatadah, Asyim al Ahwal dan selainnya.
Ibni Hibban, Yahya bin Muayyan dan Ahmad bin Abdullah, menganggap Hafsah termasuk para perawi hadits yang dapat dipercaya.
Ia meninggal dunia di Madinah pada tahun 101 Hijriah dengan usia mendekati 70 tahun.

Sumber : Buku Tokoh-Tokoh Besar Isalam Sepanjang Sejarah, Syeikh Muhammad Sa'id Mursi

Semoga Bermanfaat dan Salam Ukhuwah.. :)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar