Read more: http://www.caraseoblogger.com/2013/11/cara-menambahkan-animasi-burung-twitter.html#ixzz3TcMpkdU7 !-- SCM Music Player http://scmplayer.net --> expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Barakallah

Barakallah

Rabu, 13 Mei 2015

SA'AD JUDALLAH

Ia lahir pada tahun 1956 di desa sanburah di kota Nablas.Ia berasal dari sebuah keluarga yang dikenal sangat gigih menjalankan perintah agama. Ia didik dengan cara yang islami. Pendidikan semacam itulah yang sangat mempengaruhi pola fikir dan kehidupan saan kedepan.
Ia menyelesaikan pendidikan SMA nya di jurusan IPA. Ia kemudian mendapatkan gelar Diploma pada jurusan Akuntansi. Ia terkenal dilingkungan keluarganya sebagai seorang yang sangat cerdas dan pandai.

      Ia menikah dengan Syyaid Mahmud Khalil pada tahun 1978. Ia dianggap sebagai seorang wanita shaleh yang pasti mampu menjadi ibu rumah tangga yang baik. Ia bersama dengan suaminya, pada awalnya  merasakan sebuah kehidupan yang paling keras. Ia bersama dengan suaminya bersusah paya untuk dapat mempunyai rumah sendiri agar tidak selamanya menyewa rumah dengan orang lain, dan agar anak-anaknya bisa hidup dengan layak dari sebelumnya.

       Ia dikaruniai lima orang anak putra yang diberi nama dengan Muhammad, Ahmad, Abdullah, Anas dan Yasir. Ia berusaha mendidik anak-anaknya itu dengan pendidikan yang baik, dan menjadikan mereka anak-anak yang senantiasa mencintai masjid.

      Ia selalu menanamkan kepada anak-anaknya mental-mental kewibawaan, kemuliaan, dan cintah tanah air. Anak-anak tersebut akhirnya tumbuh menjadi anak yang baik.

      Anaknya yang bernama Ahmad merupakan seorang pejuang yang mati disiksa oleh musuh-musuhnya, sebab ia merupkan pejuang yang sangat pemberani. Sa'ad tak pernah lupa menyediakan makanan kepada para pejuang. Ia bersama engan anaknya (Ahmad) senantiasa mengirimkan makanan itu kepada para pejuang. Ia selalu menganjurkan kepada para pejuang untuk senantiasa berdo'a kepada Allah agar cita-cita mereka mengusir penjajah zionis dikabulkan oleh-Nya. Ia tak pernak merasa senang sebelum melihat pejuang-pejuang itu kembali dengan selamat dari medan laga. Oleh karena itulah, ia dijuliku sebagai ibu para syuhada.

      Anaknya yang bernama Ahmad merupakan anak kesayangannya. Ia mendidik ahmad dengan kasih sayang dan kelembutan. Ahmad senantiasa berkata kepada ibunya bahwa hidupnya tak akan lama lagi. Ibunya merestui perjuangan anaknya itu. Ia malah malah mengatakan kepadanya   bahwa : " Aku telah memasrahkanmu kepada Allah." Ia selalu mengatakan kepada anaknya agar tidak mati dengan keadaan yang tak terhormat. Ia berkata : "aku tak ingin mendengar perkataanmu  ditengah-tengah maut atau tembakan yang sepele. aku ingin mendengar engkau mati disaat berjuang menghadapi para penjajah." Perkataan ibunya tersebut memberikan semangat yang luar biasa kepada pada diri Ahmad.Ia merupakan seorang pejuang yang berani dan cerdik. Ia berhasil membunuh 2 orang Zionis di dalam gedung Alul dan Abu Shalihah yang berada ditengah kota Nablas pada tanggal30 september 2002. Disamping membunuh 2 orang tentara tersebut, ia juga bisa membunuh orang-orang yang membantu tentara Zionis waktu itu. Ia bahkan pernah membunuh 7 orang zionis, dan berhasil pula melukai puluhan zionis-zionis lainnya.

      Ia berkata setelah kematian anaknya itu " bahwa Ahmad sekarang dalam keaadaan bahagia sekali di akhirat, sehingga ia tak sempat mengunjungiku dalam mimpi." ia tidak mengetahui bahwa perpisahannya dengan Ahmad tidaklah lama. Setelah sekitar tiga bulan lamanya, ia bersama dengan anaknya yang bernama Abdullah dan seorang syahid yang bernama al Qasami (teman Ahamad), berusaha ingin mengetahui kekuatan penjajah yang sedang berada dipintu masuk kota Nablas bagian barat,sekelompok penjajah melepaskan tembakan kearah mereka. Saadah mati terbunuh dalam kejadian itu, sedamhkan anaknya terluka dan tertangkap oleh penjajah.

      Syaikh Mahir al Kharas selalu mengenang jasa Saadah, kepahlawan dan berbagai macam pengorbanan lainnya terhadap tanah air. Ia menjulukinya sebagai bintang kejora rakyat palistina para pejuang-pejuang sahabat Nabi dari kalangan wanita semisal Nasibah binti Ka'ab al Mazniah.


Tidak ada komentar :

Posting Komentar