Read more: http://www.caraseoblogger.com/2013/11/cara-menambahkan-animasi-burung-twitter.html#ixzz3TcMpkdU7 !-- SCM Music Player http://scmplayer.net --> expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Barakallah

Barakallah

Rabu, 13 Mei 2015

MUADZAH AL ADAWIYYAH

Gelarnya adalah Ummu Sahba’, ia merupakan salah satu dari para Tabi’in yang ikut meriwayatkan hadist nabi. Ia adalah istri dari Shilah bin Asyim, seorang Tabi’in yang konon merupakan seorang sahabat nabi.
Abu Naim setelah memuji Shilah bin Asyim dalam kitabnya yang berjudul Huliyah Auliaya’ mengatakan bahwa shilah bin Asyim mempunyai seorang istri yang bernama Muadzan al Adawiyyah. Ia seorang wanita yang terpercaya, argumentative, pandai dan sekaligus senantiasa melakukan ibadah.”
Ia pernah berkata” aku telah menjalani kehidupan di dunia ini selama 70 tahun. Selama itu pula tak pernah melihat sesuatu yang bisa menggembirakan hati dan mataku.” Disaat Syilah sedang terjun dalam sebuah peperangan bersama anak laki-lakinya, ia berkata “dimana annakku?” setelah mendapatkan anaknya, ia langsung merangsang maju berperang dengan membawa anaknya, sehingga ia pun harus gugur di medan laga. Melihat musibah yang sedang dialami oleh Muadzan lantaran kematian suaminya, para wanita-wanita berkumpul pada sebuah tempat dan kemudian beranjak untyk mengujungi Muadzan. Muadzan berkata kepada mereka “selamat dating, apabila kalian semua dating untuk menenangkanku, maka aku menerima kehadiran kalian, dan apabila bukan karena itu, maka kembalilah.
Ia sangat tekun melakukan shalat malam. Dan ini sangat terkenal sekali dikalangan umat Islam waktu itu. Ia senantiasa melakukan shalat malam samppai menjelang sahur, bagaimana tidak Muadzan “aku sungguh merasa heran dengan mata yang senantiasa tertidur. Bagaimana tidak, dikuburan nanti mata kita akan senantiasa tertidur dan tak akan pernah bisa melakukan ibadah lagi.”

Ia pernah berkata:”demi Allah, aku tak mencintai kehidupan ini kecuali karena ingin berdekatan denganmu. Semoga dengan kedekatanku kepada-Mu ini, engkau mau mengumpulkan aku kembali dengan suami dan anakku dalam surga.” Ia sangat mencintai suaminya, setelah ditinggal mati oleh suaminya tak pernah lagi tidur diatas ranjang, ia senantiasa tidur diatas lantai, dengan harapan bisa bertemu kembali dengan suaminya dalam mimpi. Ia meninggal dunia pada tahun 83 Hijriah.

Sumber : Buku Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang sejarah, Syeikh Muhammad Sa'id Mursi

Semoga Bermanfaat dan Salam Ukhuwah .. :)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar