Nama lengkapnya adalah Atikah binti Zaed bin Umar bin Nufail. Ia berasal dari keturunan Adawiyyah dan bermargakan Qurays. Ia merupakan seorang penyair Arab yang mempunyai otak yang sangat cerdas. Ia ikut pula melakukan Hijrah ke Madinah bersama Nabi.
Ia pernah malantunkan sebuah sya'ir yang ditujukan kepada Rasulullah.
Aku pernah menyentuh kendaraan Rasulullah
Kendaraan itu penuh dengan perhiasan
Aku menyentuhnya dengan linangan air mata
Ia penuh dengan suri tauladan yang baik
Ia adalah seorang yang sangat mulia yang telah dipilih oleh Allah
Ia adalah kebenaran di muka bumi ini
Bagaimana kehidupanku nanti setelah ditinggal mati olehnya
Telah meninggal dunia seorang yang benar-benar aku cintai
Ia menikah dengan anak pamannya yang bernama Umar bin Khattab, dan dikaruniai seorang anak yang diberi nama dengan Iyyad. Ketika Umar meninggal dunia, ia pun melantunkan kepedihannya itu melalui sya'ir-sya'ir yang sangat menyentuh hati
Air mataku telah kering karenanya
Ia adalah seorang pemimpin yang sangat baik hati dan bertanggung jawab
Ia kemudian menikah dengan Zubair bin Awwam. Dan ketika Zubair meninggal dunia dalam keadaan syahid, ia pun juga melantunkan beberapa sajak sya'ir untuknya
Zabir telah mendapatkan sebuah cobaan yang sangat mulia
Wataknya sangat toleran dan merupakan seorang syahid besar
Kemudian Ali bin Abi Thalib melamarnya. Ia menulis sebuah surat dan mengatakan kepadanya bahwa ia akan menjauhkannya dari trauma-trauma kematian suaminya.
Namun, Atikah menolak lamaran Ali tersebut. Ia hidup dalam keadaan menjanda hingga akhir hayatnya. Ia meninggal dunia sekitar tahun 40 Hijriah.\
Sumber : Buku Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah, Syeikh Muhammad Sa'id Mursi
Tidak ada komentar :
Posting Komentar