Read more: http://www.caraseoblogger.com/2013/11/cara-menambahkan-animasi-burung-twitter.html#ixzz3TcMpkdU7 !-- SCM Music Player http://scmplayer.net --> expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Barakallah

Barakallah

Selasa, 17 Maret 2015

UMMU KULTSUM BINTI ALI


Ia adalah cucu Nabi dari Fatimah Az-Zahra, lahir pada masa-masa terakhir kenabian Muhammad SAW. Ibunya meninggal dunia pada tahun kematian kakeknya (Muhammad SAW). Ia tumbuh sebagai seorang piatu dalam rumah ayahnya sendiri (Imam Ali Karamallah Wajhah).
Disaat Umar bin Khattab mendengar hadist nabi yang mengatakan bahwa tiap-tiap  asal muasal dan garis keturunan akan terputus pada hari kiamat kecuali asal muasal dan garis keturunan dari Rasulullah SAW, ia bergegas ingin mendapatkan asal muasal dan garis keturunan dari Rasulullah SAW itu, dengan cara menikahi Ummu Kultsum binti Ali. Ia melamar Ummu Kultsum melalui ayahnya Ali dan langsung menikahkannya. Ia menikahi Ummi Kultsum dengan mahar sebanyak 40.000 dirham, dan dikaruniai dua orang anak yang bernama Zaid Umar dan Ruqayyah binti Umar.
Disaat Umar meninggal dunia dalam keadaan syahid, Said bin As akhirnya memberanikan diri untuk melamar Ummi Kultsum, ia menerima lamaran itu, tetapi ia tetap meminta pertimbangan kepada Hasan dan Husain. Hasan menyepakati terjadinya pernikahan itu, namun Husein malah sebaliknya, ia tak menerima pernikahan terjadi. Ketika Said bin As mengetahui hal itu, akhirnya ia mengurungkan lamaran tersebut, seraya berkata,"demi allah aku tidak ingin menggulirkan sebuah permasalahan yang tidak disukai oleh anak - anak Fatimah Az-Zahra".
Setelah kejadian tersebut, Ali menikahkan Umi Kultsum dengan anak pamannya sendiri yang bernama Aun bin Ja'far. Dan ketika Aun bin Ja'far meninggal dunia dalam keadaan syahid, saudara laki-lakinya yang bernama Muhammad bin Ja'far menikahi Umi Kultsum sebagai ganti dari saudara laki-lakinya itu.
Umi Kultsum merupakan anak Ali yang menyaksikan pembunuhan ayahnya di tangan bin Muljam dengan mata kepalanya sendiri. Umi Kultsum meninggal dunia bersamaan anaknya di siang bolong. Ini terjadi disaat terjadi kerusahan di tengah-tengah bani Addi bin Ka'ab, pada saat itu, anaknya bernama Zaed berusaha mendamaikan kericuhan tersebut. Namun ia malah menerima pukulan dari seseorang yang tak diketahui batang hidungnya di dalam hari. Ia lantas memberanikan diri untuk turun dari kudanya, dan spontanlah sekelompok orang meneriaki Zaed atas reaksinya itu, seketika itu pula, Umi Kultsum langsung menghadapi amukan massa. Ia berkata,"tidak akan terjadi apa-apa pada waktu siang,"sebab ayah,suami,dan salah satu anaknya dibunuh di pagi hari. Setelah mengucapkan perkataan itu, ia langsung mendekap Zaed dan mati dibunuh oleh sekelompok orang tersebut secara seketika.

Sumber : Buku Tokoh-Tokoh Besar Isalam Sepanjang Sejarah, Syeikh Muhammad Sa'id Mursi.

Semoga bermanfaat dan Salam Ukhuwah .. :)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar