Read more: http://www.caraseoblogger.com/2013/11/cara-menambahkan-animasi-burung-twitter.html#ixzz3TcMpkdU7 !-- SCM Music Player http://scmplayer.net --> expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Barakallah

Barakallah

Kamis, 19 Maret 2015

ASMA' BINTI UMAIS

Nama lengkapnya adalah Asma' binti Umais bin Maad bin Haris bin Tayim bin Haris al Khats'ami. saudara perempuan Syayidah Maimunah dari jalur ibu. Ia juga termasuk salah satu orang-orang yang awal masuk Islam. Ia ikut serta melakukan Hijrah menuju Habsy.
Hijrah itu ia lakukan bersama suaminya yang bernama Jafar bin Abu Thalib, dan kemudian kembali dari hijrah bersamanya pula pada tahun 7 Hijriah.
Ia pernah bersitegang denga Umar Ra, yaitu disaat Umar Ra mendatangi Khobsoh anaknya yang pada waktu bersama dengan Asma' saat melihat Khabsyah "siapakah dia?'. Menjawablah Khobsoh,"ia adalah "Asma binti Umais." Lalu Umar bertanya lagi "apakah dia seorang yang kebangsaan Habsy?" Asma langsung menjawab "iya". Berkatalah Umar untuk kesekian kalinya "Hijrah kita lebih menjawab "iya". berkatalah Umar untuk kesekian kalinya,"Hijrah kita lebih dahulu daripada hijrahnya bangsa kalian, dan kita mempunyai kedekatan dengan rasulullah daripada kalian." Mendengar perkataan itu, ia langsung berujar,"demi Allah, perkataanmu itu tidak benar." Kalian lebih diuntungkan disaat bersama dengan Rasulullah. Rasulullah yang telah memberi makanan kepada kalian dan juga telah mengeluarkan kalian dari kebodohan. Ini berbeda sekali dengan kita yang berada di tempat yang sangat jauh, sehingga tak memungkinkan Rasulullah memberi kita makan maupun minum. Kita selalu dihinggapi rasa ketakutan dan kesedihan lantaran keimanan kita kepada rasulullah. Ini semua murni karena keimanan kita kepadanya. Dan perkataanmu (Umar) tadi akan aku laporkan kepada Rasulullah apa adanya, tanpa mereduksi atau menambahi sedikitpun dari perkataanmu tadi.

Kemudian disaat rasulullah SAW datang mengahampiri mereka, berkatalah Asma' dan mengatakan kepada Rasulullah sebagaimana yang telah ia katakan kepada Rasulullah. Menjwablah Rasulullah "tidak ada orang yang lebih berhak atas diriku dari pada kalian. Umar dari sahabatnya hanya melakukan hijrah sekali saja, berbeda dengan kalian yang telah melakukan hijrah sekali saja, berbeda dengan kalian yang telah melakukan Hijrah bersamaku sebanyak dua kali." Mendengar perkataan itu, Asma' dan orang-orang yang telah melakukan hijrah ke tanah Habys merasa bergembira sekali.
Disaat Jafar bin Mun'ah meninggal dunia, Asma' kemudian menikah dengan Abu Bakar. Namun disaat Abu Bakar meninggal dunia juga, Ali bin Bi Thalib yang menjadi suaminya yang terakhir. Ia merupakan seorang sahabat yang pernah melakukan hijrah selama dua kali, menjadi istri dua khalifah Islam yang kedua-duanya mati dalam keadaan syahid, dan juga merupakan salah seorang pengikut rasul yang menjalani sholat menghadap dua kiblat, yaitu Baitul Maqdis dan Mekkah.

Anak-anaknya yang bernama Abdullah bin Jafar dan Muhammad bin Abu Bakar adalah dari suami Abu Bakar Ash Shiddiq, sedang Muhammad dan Yahya adalah dari suami Ali bin Abi Thalib. Anaknya yang paling sombong adalah Muhammad bin Ja'far dan Muhammad bin abi Ja'far ini terlihat disaat keduanya saling mengatakan satu sama lain "aku lebih mulia daripada keduanya saling mengatakan satu sama lain"aku lebih mulia dari pada kamu. Ayahku lebih baik daripada ayahmu." perkataan itu dilontarkan dihadapan ibu dan Ali bin abi Thalib. Disaat mendengar ungkapan itu, Ali meminta kepada Asma' untuk meluruskan kedua anaknya itu, Asma' langsung berkata "Aku tak pernah melihat pemuda Arab yang lebih baik dari Ali, dan juga tak pernah melihat orang tua yang lebih arif daripada Abu Bakar." Mendengar perkataan itu, Ali langsung mengatakan "kamu tak pernah mewariskan sesuatu kepadaku, apabila kamu mengatakan sesuatu yang tak seperti yang kamu katakan tadi, maka aku pasti akan membencimu."

Kemuliaan derajat Asma' terlihat pula dari perkataan Nabi bahwa Maimunah istri Nabi, Ummu Fadil istri Abbas, asma binti Umais istri Jafar dan Istri Hamzah adalah sekelompok wanita yang dijuluki sebagai persaudaraan wanita- wanita berimab." Maka tidak mengherankan seklai jika Umar bin Ktattab juga pernah meminta untuk menafsirkan mimpinya. Ia meriwayatkan 60 hadist dari nabi, , yang termasuk periwayatannya adalah saat Ja'far meninggal dunia, Rasulullah mengantarkan jenazahnya kepada keluarganya. Beliau lalu bersabda," bahwa keluarga Ja'far telah disibukkan dengan keberadaan mayat itu, maka buatkanlah mereka makanan." Asma' akhirnya meninggal dunia pada tahun 40 Hijriah.

Sumber : Buku Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah, Syeikh Muhammad Sa'id Mursi

Semoga Bermanfaat dan Salam Ukhuwah :)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar