Nama lengkapnya adalah Asma binti Zayid bin Sukun bin Rafi', ia termasuk dari golongan kaum Ansar yang biasanya disebut sebagai Ummu Salamah. Ia juga dijuluki sebagai Juru bicara kaum wanita, sabab tak ada satupun wanita arab yang mampu menandingi kepiawaiannya berkhutbah.
Ia termasuk wanita yang sangat pemberani dan tangguh. Ia terjun langsung dalam perang Yarmuk dan berhasil membunuh 9 tentara Romawi yang sedang berada dalam persembunyiannya.
Ia pernah mendatangi Rasulullah SAW yang sedang bersama para sahabatnya. Asma binti Jazid berkata kepada Rasulullah," engkau bagaikan ibu dan sekaligus ayahku wahai rasulullah." Keberadaanku disini adalah untuk mewakili para wanita. Bahwasannya Allah telah mengutusmu untuk segenap laki-laki dan perempuan. Kami mengimanimu dan tuhanmu, aku akan memberitahumu kepadamu, bahwa kita kaum wanita tak mempunyai gerak yang leluasa tak sebagaimana laki-laki. Amal perbuatan kami hanya sebatas amal perbuatan yang bersifat rumah tangga saja, tempat pelampiasan hafa nafsu kalian dan sekaligus untuk mengandung dan melahirkan anak-anak kalian pula.
Ini berbeda dengan kalian semua wahai kaum lelaki, kalian melebihi kami dalam hal berjamaah, menjenguk orang sakit, mengantarkan mayat ke kuburan, Haji, dan lebih utama lagi adalah kemampuan kalian untuk melakukan jihad di jalan Allah. Amalan perbuatan kami disaat kalian pergi Haji atau melakukan Jihad hanya sebatas menjaga harta, mencuci pakaian, dan mendidik anak anak kalian pula, oleh karena itu, kami ingin bertanya kepada kalian, apakah amal perbuatan kami itu pahalanya disetarakan dengan amal perbuatan kalian ?" Mendengar perkataan tersebut, Rasulullah sempat tersentak dan seketika itu langsung menoleh kepada para sahabatnya, seraya berkata," apakah kalian pernah mendengar sebuah perkataan yang lebih baik daripada perkataan seorang wanita yang sedang membahas permasalahan agamanya?
Ini berbeda dengan kalian semua wahai kaum lelaki, kalian melebihi kami dalam hal berjamaah, menjenguk orang sakit, mengantarkan mayat ke kuburan, Haji, dan lebih utama lagi adalah kemampuan kalian untuk melakukan jihad di jalan Allah. Amalan perbuatan kami disaat kalian pergi Haji atau melakukan Jihad hanya sebatas menjaga harta, mencuci pakaian, dan mendidik anak anak kalian pula, oleh karena itu, kami ingin bertanya kepada kalian, apakah amal perbuatan kami itu pahalanya disetarakan dengan amal perbuatan kalian ?" Mendengar perkataan tersebut, Rasulullah sempat tersentak dan seketika itu langsung menoleh kepada para sahabatnya, seraya berkata," apakah kalian pernah mendengar sebuah perkataan yang lebih baik daripada perkataan seorang wanita yang sedang membahas permasalahan agamanya?
menjawablah para sahabat Rasul' wahai Rasul kami sama sekali tidak menyangka kalau para wanita mempunyai keinginan yang mulia semacam itu.' kemudian Rasulullah menoleh kepada Asma'bin Yazid, seraya berkata:' engkau fahamilah dan sampaikanlah apa yang akan aku katakan nanti kepada wanita-wanita selainmu. Bahwa suami dengan baik, merawatnya disaat ia sakit, mematuhi perintahnya, pahalanya setara dengan amal perbuatan yang hanya bisa dikerjakan oleh para laki-laki tersebut." mendengar jawaban nabi itu, Asma langsung beranjak pergi meninggalkan tempat itu seraya mengucapkan kalimat "Laa IIa Ha Illa Allah."
Ia juga termasuk periwayat hadist nabi. Banyak sekali para perawi yang meriwayatkan hadist darinya, ia telah meriwayatkan sekitar 80 Hadist nabi, salah satu nya, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda " berdusta dilarang kecuali pada tiga tempat. Pertama seorang suami yang membohongi istrinya demi keharmonisan rumah tangga, mendustai musuh di saat melakukan perang, dan mendustai manusia demi misi perdamaian".(HR.Tirmidzi).
Asma' meninggal dunia pada tahun 30 Hijriah.
Sumber : Buku Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah
Semoga Bermanfaat dan Salam Ukhuwah yaa Sahabat .. :)
Asma' meninggal dunia pada tahun 30 Hijriah.
Sumber : Buku Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah
Semoga Bermanfaat dan Salam Ukhuwah yaa Sahabat .. :)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar