Ia adalah Barkah binti Tsa'labah. Ia asli berkebangsaan Habsy. Ayah Nabi lah yang telah menyerahkan Barkah kepada keluarga besar Nabi. Ia hidup dilingkungan keluarga besar Nabi semenjak kecil. Nabi lah yang telah memerdekakannya, yaitu ketika ia menikah dengan Khadijah. Nabi sangat menghormatinya. Ia senantiasa memanggilnya dengan sebutan "ibu". Nabi menganggap ia sebagai ibunya setelah ibu Nabi yang sebenarnya.
Nabi selalu senang disaat melihatnya, seraya Ia mengatakan ini adalah bagian dari keluargaku. Nabi menikahkannya dengan Ubaid bin Amru. Ia dikaruniai seorang anak yang dijuluki Aiman. Setelah suaminya meninggal dunia, Nabi mengatakan kepada semua orang "barangsiapa yang ingin menikah dengan ahli surga, maka nikahilah ibu Aiman (Barkah). Mendengar perkataan itu, Zaed bin Haritsah lah yang bersedia menikah dengan Barkah. Ia kemudian dikaruniai seorang anak yang diberi nama dengan Usamah.
Ia merupakan salah satu dari orang-orang awal masuk Islam. Ia ikut pula bersama Nabi melakukan Hijrah menuju Habsy dan Madinah. Ia senantiasa menjadi juru rawat dan penyedia minuman dalam perang Uhud, Khaibar dan Hunain. Anaknya yang bernama Aiman meninggal dunia dalam keadaan syahid disaat membela Nabi yang lagi sendirian dalam perang.
Anaknya senantiasa melibaskan senjatanya ke kanan maupun ke kiri hingga akhirnya gugur dalam medan laga.
Ketika ia melakukan Hijrah, ia tidak pernah sama sekali bersantai ria. Ia pernah mengalami rasa dahaga yang tak terhingga pada saat Hijrah; yaitu ketika ia sedang menjalankan ibadah puasa. Ia kemudian menimba percikan air putih yang turun dari langit dan meminumnya seketika. Setelah kejadian itu, ia mengatakan bahwa dirinya tak pernah lagi merasakan sebuah dahaga. Sebab, ia pernah melawan rasa dahaga itu pada saat melakukan Hijrah, dan ia dalam keadaan puasa. Bahkan disaat ia berpuasa di musim panas pun, ia sama sekali tidak merasakan dahaga itu.
Abu Bakar pernah mengajak kepada Umar bin Khattab untuk mengunjungi Barkah sebagaimana Nabi senantiasa mengunjunginya. Ketika mereka berdua sampai dirumahnya, keduanya menyaksikan Barkah yang sedang lagi menangis. Keduanya lalu bertanya kepada Barkah, "apa yang menyebabkanmu menangis?,apakah ada ciptaan Allah yang lebih baik dari Rasul?. Menjawablah Barkah,"Demi Allah,aku telah mengetahui bahwa Rasulullah akan meninggal dunia, namun aku menangis bukan lantaran itu. Tetapi, karena wahyu yang tak akan turun lagi kepada kita. Mendengar perkataan itu, abu Bakar dan Umar menangis bersama-sama dengan Barkah.
Disaat Abu Bakar As-Shiddiq meninggal dunia, Barkah merasa berduka sekali. Dan pada saat Umar bin Khattab akhirnya pun meninggal dunia dalam keadaan syahid, berkatalah Barkah: "hari inilah yang sebenarnya dinamakan dengan Islam." Artinya, selalu membutuhkan pengorbanan. Ia setelah ditinggal mati oleh Umar bin Khattab, mampu bertahan hidup selama 20 tahun. Hingga akhirnya pun ia meninggal dunia dalam pemerintahan Utsman bin Affan.
Sumber : Buku Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah :)
Semoga bermanfaat dan Salam Ukhuwah :)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar